Selasa, 21 April 2015

Pengertian Sanggit



PENGERTIAN SANGGIT

Oleh: Indriyanto, S.Sn.
Di dunia pedalangan seringkali kita mendengar istilah sanggit. Bagi sebagian masyarakat Jawa ada yang mengartikan kata sanggit merupakan kepanjangan dari geSANGe angGIT yang mengandung konotasi daya kreativitas atau hasil dari olah pikir. Menurut Prawira Atmadja, sanggit berasal dari kata “anggit” yang mengandung pengertian karangan, gubahan atau rekaan mendapat awalan “sa” di depan yang berarti berkaitan atau menyatakan serumpun atau seluruh. Jadi sanggit mempunyai pengertian segala yang meliputi keseluruhan dari karangan, gubahan, atau rekaan (1981: 12). Pendapat yang hampir senada disampaikan oleh Poerwodarminto, bahwa sanggit berasal dari asal kata “anggit” yang secara leksikal berarti mengarang atau menciptakan hal-hal yang baru dengan imajinasi yang baru pula (1976: 48). Alan Feinstein berpendapat bahwa sanggit merupakan kebebasan seorang dalang untuk menafsirkan suatu cerita atau melodi sulukan atau suatu gerakan wayang sesuai dengan rasa kemantapan pribadi dalangnya sendiri (1986: 34). Sedangkan menurut Edi Sedyawati yang pendapatnya dikutip oleh Sumari mengatakan bahwa sanggit juga mengandung makna penyusunan secara khas atau suatu cerita yang telah dikenal, dilakukan oleh si seniman atas dasar pandangan hidupnya, pendiriannya yang khas, serta mempunyai tujuan-tujuan tertentu yang mungkin dipunyai dalam menampilkan suatu cerita (Sumari, 1996: 25). Sementara Bambang Murtiyoso memberikan pengertian sanggit yaitu segenap kemampuan dalang dalam mengolah lakon dalam rangka menghidupkan atau memberi bobot pergelaran wayang (1981: 22).

Di kalangan pedalangan,sanggit dapat dibagi menjadi lima macam, meliputi:
1. Sanggit cerita, yaitu suatu cara bagaimana seorang dalang mengolah cerita baik dalam salah satu      adegan maupun secara keseluruhan.
2. Sanggit adegan, yaitu suatu cara bagaimana seorang seniman dalang dalam membuat dan menentukan plot-plot adegan.
3.  Sanggit sabet, yaitu suatu cara bagaimana seorang dalang dalam mengolah gerak wayang sehingga dapat mengungkapkan rasa atau suasana sesuai dengan yang dikehendaki untuk mencapai kemantapan rasa.
4. Sanggit iringan, yaitu kemampuan dalang dalam mengolah iringan baik membuat, memilih atau menentukan iringan pakeliran untuk membuat atau mendukung suasana adegan yang sedang berlangsung.
5. dalangsapanyana.blogspot.comSanggit catur, yaitu suatu cara bagaimana seorang dalang dengan medium bahasa dapat memilih kata-kata, menyusun dan merangkai kalimat untuk menyampaikan isi cerita yang tepat dan mengandung rasa yang mantap sesuai dengan rasa yang dikehendaki, melalui pelukisan sesuatu maupun berupa percakapan tokoh wayang (Sudarko, 1990: 10-11).
Berdasarkan beberapa keterangan tentang sanggit yang telah dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa sanggit merupakan suatu bentuk kreatifitas dan kebebasan seorang dalang dalam penggarapan unsur-unsur pakeliran yang meliputi catur, sabet, iringan, cerita (lakon) dalam rangka memberikan bobot (kemantapan rasa) terhadap sajian. Dengan demikian sanggit mempunyai peranan yang penting sekali dalam pakeliran, karena keberhasilan sanggit mempengaruhi bobot keseluruhan sajian. Tentang pentingnya sanggit, Bambang Murtiyoso dalam Seni Pedalangan (Jawa) Unsur-unsur pokok mengatakan:
Menawi pakeliranipun tanpa sanggit, pakeliranipun lajeng karaos anyep, ampang utawi kirang manteb. Paling-paling naming saged kawastanan resik, bener manut waton utawi trampil . . . kanthi sanggit pakeliran lajeng karaos; sem, nges, renggep, cucut, prenés lan sak panunggalanipun (1980).

Terjemahan:
Bila pakeliran tanpa sanggit maka pakeliran akan terasa hambar atau kurang berbobot. Maksimal hanya dapat dikatakan bersih, benar menurut aturan (pakem) atau terampil . . . dengan sanggit pakeliran akan terasa; sem, nges, renggep, cucut, prenes dan sebagainya.

Pengertian sanggit yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pengertian sanggit yang lazim digunakan dalam dunia pedalangan (pengertian menurut Sudarko) dan pengertian menurut Bambang Murtiyoso.

1 komentar: